Penyedia Cocomesh Sabut Kelapa, Jual Geotextile Ramah Lingkungan

Categories
Artikel

Cocomesh Sabut Kelapa : Manfaat dan Kegunaan

Cocomesh menjadi media tanam atau penghijau lahan yang sudah rusak. Selain menjadi menjadi media penghijau, cocomesh sabut kelapa juga memiliki nama lain.

Salah satunya adalah coconet. Hal ini didasarkan pada penyebutan sabut kelapa setiap daerah yang berbeda.

Cocomesh atau sabut kelapa menjadi populer lantaran manfaat yang dimilikinya.

Diantaranya adalah dapat menyerap air dengan tinggi, memiliki tingkat pH yang tinggi karena adanya sirkulasi udara yang lebih baik. Sehingga tidak memerlukan penyiraman yang rutin.

Manfaat Cocomesh Sabut Kelapa

Kandungan ligninnya yang tinggi pada cocomesh memberikan dampak yang baik pada tanah yang dijadikan medianya. 

Karena itu, cocomesh terurai dengan mudah secara perlahan dan membuat struktur medium tetap terbuka. Hal ini membuat lebih sehat dan besar akar tanaman.

Biasanya sabut dapat terurai antara 2 – 4 tahun. Jika anda membeli cocomesh, biasanya pH sabut yang paling banyak ditemukan berkisar antara 5,8 – 6,5.

Sehingga dapat menyebabkan penambahan zat kapur atau pengapuran sudah tidak diperlukan lagi.

Karena mudah terurai, salah satu manfaat sabut kelapa adalah aman bagi lingkungan sekitar anda. 

Sabut kelapa juga bermanfaat dalam mencegah agas jamur dan ganggang karena memiliki anti jamur. Hal ini berfungsi untuk menghambat tumbuhnya jamur dalam tempat lembab.

Kegunaan Cocomesh Sabut Kelapa

Cocomesh sabut kelapa memiliki beberapa kegunaan, salah satunya yang dikenal secara umum adalah sebagai media tanam. 

Namun, di beberapa daerah lainnya memiliki kegunaan yang berbeda tergantung dengan kondisi dan kebutuhan daerah tersebut.

1. Cocomesh Untuk Lahan Miring

Adanya erosi terjadi karena pengikisan dibagian permukaan tanah. 

Hal ini dikarenakan karena badai migrasi atau pergerakan air yang mengalir dengan cepat hingga 250 ton/ha dari atas tanah.

Sehingga menyebabkan selokan dan saluran air rusak karena berlebihan aliran air hujan.

Meskipun demikian, masalah tersebut dapat diatasi dengan ditanami rumput atau gambut. 

Namun, pada kenyataanya akar yang tumbuh kedalam memiliki keterbatasan waktu tumbuh.

Sehingga, penggunaan kerajinan dari sabut kelapa sangatlah tepat untuk menahan erosi.

Jika benih rumput disebar di atas jaring-jaring cocomesh, maka akan melindungi tanah sekalipun. 

Seiring berjalannya waktu, jaring tersebut akan menahan benih dan mencengkeram tanah dengan akarnya.

Sehingga akan efektif untuk menahan tanah ketika erosi di musim hujan.

2. Cocomesh atau Coir-Net Untuk Pengerasan Jalan (Korea Selatan)

Ada jua sebutan lain dari cocomesh, yakni Coir-Net sebutan di daerah Korea Selatan. 

Dibeberapa daerah salah satunya Korea Selatan, Coir-Net digunakan buka sebagai media tanam, melainkan pengeras jalan. Namun, ada perbedaannya dengan cocomesh media tanam.

Diantaranya adalah:

  • Diameter jaring pada Coir-Net lebih besar dari pada desain umumnya
  • Kerapatan anyaman jaring lebih rapat, jadi lebih kuat untuk menopang beban yang melintas diatasnya

Sifatnya yang alami, sehingga dapat mudah terurai dan bisa bertahan sampai 4 atau 5 tahunan. Bentuk dari anyaman Coir-Net akan menjadi lebih estetik jika dipakai di sebuah tanaman.

3. Cocomesh atau Coir-Net Untuk Reklamasi Bekas Tambang

Selain kedua kegunaan diatas, Cocomesh dapat berguna untuk reklamasi lahan bekas tambang.

Cocomesh sangat efektif dan sudah terbukti untuk menahan erosi bekas tambang. Cocomesh ini sudah terkenal dikalangan para reklamator tambang.

Daerah yang banyak menghasilkan limbah lunak organik sabut kelapa adalah daerah pesisir pantai.

Cocomesh sabut kelapa dapat menghijaukan kembali bekas tambang yang dikombinasikan dengan biji-bijian penutup lahan atau cover top.

Itulah beberapa kegunaan cocomesh sabut kelapa yang bisa anda gunakan untuk menghijaukan lahan yang sudah rusak.

Semoga bermanfaat!