Masih banyak yang belum mengenal apa cocomesh itu. Padahal cocomesh di Indonesia ini banyak sekali diproduksi karena terbuat dari sabut kelapa.
Tapi sudah tahukah anda bagaimana gambaran dari cocomesh sabut kelapa ini?
Mengapa Cocomesh di Indonesia Banyak Diproduksi?
Cocomesh adalah limbah sabut kelapa yang diproduksi ulang menjadi berbentuk jaring-jaring. Gunanya sendiri adalah untuk reklamasi bekas lahan tambang yang kelembabannya telah hilang.
Biasanya cocomesh ini banyak digunakan untuk mengembalikan kelembaban tanah yang sudah rusak dan tidak bisa menyerap air atau ditumbuhi tanaman.
Karena cocomesh terbuat dari sabut kelapa, jadi sangat ramah lingkungan dan bisa terurai dengan tanah.
Indonesia sendiri memiliki banyak sekali pohon kelapa, yang hampir semua bagiannya bisa digunakan, termasuk sabut kelapa ini.
Jika tadinya sabut kelapa hanya menjadi limbah, kini sabut kelapa memiliki nilai jual yang bahkan cukup tinggi.
Bagaimana Cara Pembuatan Cocomesh?
Cocomesh tidak memerlukan proses panjang dan rumit untuk produksinya. Bahkan alat yang dibutuhkan pun sangat simpel.
Namun fungsi dan harga cocomesh ini sangat sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam proses pembuatannya, anda hanya butuh sabut kelapa yang sudah tua, mesin pengurai dan alat pemintal serat sabut kelapa. Untuk cara pembuatannya, simak penjelasan berikut:
- Siapkan sabut kelapa tua
- Gunakan mesin pengurai untuk menggiling sabut kelapa sehingga seratnya menjadi halus
- Keringkan sabut kelapa yang sudah halus dengan cara dijemur
- Setelah kering, pintal sabut kelapa tadi menggunakan mesin pemintal sehingga menjadi tambang
- Anyam tambang sabut kelapa itu hingga berbentuk jaring
Demikian proses dari sabut kelapa menjadi cocomesh yang siap dijual. Tidak rumit, bukan?
Keunggulan Cocomesh
Meski bahan pembuatannya mungkin sepele dan dipandang sebelah mata, namun cocomesh ini nyatanya memiliki kelebihan yang sangat unggul saat digunakan. Apa saja keunggulannya?
1. Tahan Lama
Kabarnya ada beberapa peneliti yang melakukan riset dengan hasil cocomesh ini bisa bertahan dalam kurun waktu 4 tahun. Perlahan, cocomesh ini akan terurai dengan tanah.
2. Bisa Menahan Laju Air yang Berlebih
Selain digunakan di lahan bekas pertambangan yang susah ditumbuhi tanaman, cocomesh ini sangat cocok untuk digunakan di lahan miring.
Serat-serat sabut kelapa ini sangat kuat untuk menahan laju air yang berlebihan.
3. Cocomesh Tidak Meninggalkan Sisa yang Mencemari Tanah
Jika penggunaan sintetis semakin lama bisa berdampak buruk pada tanah, berbeda halnya dengan bahan sintetis, sabut kelapa ini bisa terurai bersama tanah tanpa tersisa.
4. Cocomesh yang Terurai Bisa Menjadi Penyubur Tanah
Serat-serat sabut kelapa dari cocomesh yang mampu menahan air membuatnya bisa ditumbuhi oleh tanaman, dan ketika terurai bisa menjadi pupuk.
5. Mencegah Longsor di Lahan Miring
Lahan miring di dataran tinggi biasanya sangat rawan longsor, terutama jika tidak ada akar tumbuhan yang bisa menahan air.
Cocomesh ini bisa memaksimalkan penyerapan air pada lahan yang miring, jaringnya yang elastis sangat kuat untuk menahan tanah dan juga laju air maupun angin yang membuat tanah menjadi turun.
6. Tahan dari Jamur dan Mudah Dibersihkan
Keunggulan selanjutnya adalah bahwa cocomesh dari sabut kelapa ini meski menjaga kelembaban tanah dan menyuburkannya,
Namun tahan dari tumbuhnya jamur, lho. Selain itu cocomesh ini mudah untuk dibersihkan.
Demikian penjelasan mengenai cocomesh di Indonesia yang punya banyak sekali manfaat untuk tanah. Bagaimana, tertarik mengambil peluang ini?